468x60 Ads

Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image >

KEUTAMAAN SHOLAT SHUBUH BERJMA'AH

0 comments

Keutamaan Sholat Shubuh berjma'ah

Bangun segera di pagi hari dan mengerjakan shalat shubuh berjama’ah memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

1.Allah subhanahu wata’ala membanggakan dihadapan para malaikat orang yang meninggalkan pembaringannya lalu bangun mengerjakan shalat.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Allah subhanahu wata’ala takjub melihat seorang lelaki yang banguin dari pembaringan dan kasurnya meninggalkan keluarga dan kekasihnya untuk mengerjakan shalat. Allah subhanahu wata’ala berkata: Wahai malaikat-malaikat-Ku, lihatlah hamba-Ku itu, ia bangun dari pembaringan dan kasurnya meninggalkan keluarga dan kekasihnya untuk mengerjakan shalat karena mengharap pahala dari sisih-Ku dan merindukan apa yang ada di sisih-Ku.”
(HR.Ahmad dan di shahihkan oleh Al-Albani dalam misykaatul mashaabih(1251))

2.Siapa saja yang keluar untuk mengerjakan shalat fajar berjama’ah niscaya Allah akan memberinya cahaya pada hari kegelapan.

Buraidah al-Aslami radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
” Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di kegelapan ke masjid berupa cahaya yang sempurna pada hari kiamat kelak.”
(HR.At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibn Majah dengan sanad shahih, dan di shahihkan oleh Al-Albani dalam shahih sunan Abu Dawud (III/88))

Di kegelapan maksudnya shalat isya’ dan subuh. Sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam: “ke masjid,” menunjukkan bahwa cahaya ini di berikan kepada orang-orang yang mengerjakan shalat isya’ dan shubuh berjama’ah.

3.Kemudian apabila kamu mengerjakan shalat fajar berjama’ah niscaya akan di tulis bagimu pahala qiyamul lail.

Betapa besar keutamaan ini, di tuliskan bagimu pahala qiyamul lail(shalat malam) sementara kamu tidur di atas pembaringanmu, bilamana kamu bangun untuk mengerjakan shalat fajar dan menunaikannya berjama’ah.

Ustman bin Affan radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“barang siapa mengerjakan shalat isya’ bersama jama’ah seolah-olah ia mengerjakan shalat separuh malam. Dan barang siapa shalat shubuh bersama jama’ah seolah-olah ia mengerjakan shalat semalam penuh.”
(HR.Muslim)

4.Para malaikat berkumpul dan mendoakan orang-orang yang mengerjakan shalat shubuh berjama’ah.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:


“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).(QS.Al-Isra:78)

Ahli tafsir mengatakan, “Yang di maksud qur’anal fajri adalah shalat fajar.”
Masyhuuda yakni di hadiri malaikat malam dan malaikat siang.

Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Shalat berjama’ah lebih utama dua puluh lima kali lipat daripada shalat kamu sendirian. Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul menghadiri shalat fajar.”

Kemudian Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata,”Silahkan kamu baca:


Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).(QS.Al-Isra:78)
(HR.Bukhari)

5.Jaminan Surga dan terhindar dari api Neraka.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa shalat Al-Bardain niscaya masuk Surga.”
(HR.Bukhari dan Muslim)

Shalat Al-Bardain adalah shalat Subuh dan shalat ‘Ashar.

Dalam hadist lain Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Tidak akan masuk Neraka orang yang shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari.”
Yakni shalat fajar dan ‘Ashar.
(HR.muslim)

6.Berada dalam perlindungan Allah subhanahu wata’ala.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa shalat Shubuh, maka ia berada dalam perlindungan Allah.”
(HR.Muslim)
Dan masih banyak lagi keutamaan lainnya.


1001 KISAH

0 comments









Suatu hari malaikat Izrail, malaikat pencabut nyawa, memberi tahu Nabi Daud a.s., bahwa si Fulan tinggal enam hari lagi akan dicabut nyawanya.

Jam berganti jam, hari berganti hari. Lewatlah deadline yang disampaikan oleh Izrail tentang si Fulan itu, tetapi nyatanya si Fulan itu masih tetap saja hidup terus. Maka, bertanyalah Nabi Daud kepada Izrail perihal kejadian ini.

“Mengapa si Fulan masih saja hidup terus, padahal engkau katakan beberapa hari yang lalu umurnya tinggal enam hari lagi, ya Izrail? Sekarang enam hari sudah berlalu sejak kau mengatakannya padaku, gerangan apakah ini?

Izrail memberi penjelasan kepada Nabi Daud. “Sebetulnya, aku sudah akan mencabut nyawanya tepat di hari yang aku katakan padamu itu. Tetapi, kemudian Allah memerintahkan kepadaku agar menunda dulu hal itu.”

“Mengapa demikian, ya Izrail?”

“Sejak hal itu aku katakan kepadamu, si Fulan tampak rajin menyumbang tali persaudaraan dengan sesama saudaranya yang sudah putus. Karena itu, Allah memberi tambahan umur selama 20 tahun kepadanya.”

Sumber: Mutiara Hikmah dalam 1001 Kisah