468x60 Ads

Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image >
Showing posts with label Lingkungan Hidup. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan Hidup. Show all posts

20 Negara Terbersih Di Dunia

0 comments



1. Switzerland

2. Sweden

3. Norway

4. Finland


5. Costa Rica

6. Austria

7. New Zeland

8. Latvia

9. Colombia

10. France

11. Island

12. Canada

13. Germany

14. UK

15. Slovenia

16. Lithuania

17. Slovakia

18. Portugal

19. Estonia

20. Croatia


10 Burung dengan Pertahanan Terbaik Dan terunik di dunia

0 comments

Sebagian besar burung bisa terbang, dan terbang sudah merupakan pertahanan yang sangat efektif terhadap para predator. Namun dari 10.000 spesies burung saat ini, sudah tentu terdapat beberapa spesies yang memiliki “keunikan” tessendiri dari sistem pertahanan mereka. Berikut adalah 10 Burung yang Memiliki Pertahanan Paling Unik di Dunia.
1. Hooded Pitohui
Hooded Pitohui ditemukan di New Guinea, pertahanan mereka terhadap pemangsa yang walaupun sederhana tapi menakjubkan adalah mereka beracun. Pitohui memakan beberapa jenis kumbang yang mengandung neurotoxin kuat dan mengandung alkaloid yang dikenal sebagai batrachotoxin (racun yang juga ditemukan pada kulit dari racun katak panah Amerika Selatan). Dengan makan kumbang, burung-burung menjadi beracun, toksin mereka terdapat pada bulu mereka sendiri dan kulit. Mereka benar-benar dikenal oleh penduduk setempat sebagai “burung sampah”, karena toksisitas mereka membuat mereka tidak mungkin untuk dimakan kecuali kulit dan bulu mereka dicabut. Menyentuh Hooded Pitohuis dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan, kulit terbakar dan bersin (seperti yang dilaporkan oleh para ilmuwan yang menangani makhluk itu), sedangkan memakan mereka mungkin akan jauh lebih berbahaya. Untuk memperingatkan sifat toksisitasnya, burung ini memiliki warna terang oranye dan warna hitam yang memungkinkan calon predator untuk mengenalinya. Dan diyakini bahwa Hooded Pitohuis dapat menggosok toksin pada telur dan anaknya untuk melindungi mereka dari predator.
2. African White Masked Owl
Burung hantu kecil ini sedikit diketahui oleh publik setelah baru-baru ini ketika acara TV Jepang menampilkan metode pertahanannya yang luar biasa. Jika didekati oleh musuh kecil burung ini akan mendesis untuk membuat dirinya terlihat lebih besar dan ganas, ini adalah metode defensif umum di antara burung hantu dan tampaknya cukup untuk menakuti musuhnya. Namun, ketika berhadapan dengan musuh yang lebih besar dan lebih kuat, burung hantu ini tidak mencoba untuk mengintimidasinya dengan cara itu, melainkan meratakan bulu dan menyipitkan mata sehingga matanya hampir tidak terlihat oleh predator. Dengan tetap bergerak burung ini melakukan sesuatu untuk menyerupai tunggul pohon atau cabang tumbuhan, seperti Potoo, melarikan diri dari perhatian pemangsa lebih besar.
3. Potoo
Sering ditemukan di Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan, burung ini adalah pemangsa nokturnal yang aneh juga dikenal sebagai “Ghost Bird”, karena kamuflase luar biasa mereka. Potoo memakan serangga, hewan terbang kecil seperti kelelawar dan burung kecil. Di siang hari potoo bertengger di pohon dan tetap benar-benar bergerak dan meniru tunggul pohon mati atau seperti tunggul yang patah. Bulunya menyerupai kulit kayu dan kelopak mata memiliki celah yang memungkinkannya untuk melihat bahkan ketika mata tertutup. Potoo biasanya akan tetap bergerak bahkan ketika didekati oleh hewan lain (atau manusia) dan mereka hanya terbang ketika mereka merasa bahwa penyamaran mereka telah diketahui. Kamuflase ini begitu baik, namun, mereka hampir tidak pernah ditemukan dan mereka hampir tidak memiliki predator. Hal ini juga membuat Potoo sangat sulit untuk kita amati. Pada malam hari Potoo hanya dapat ditemukan karena matanya memantulkan cahaya, bersinar seperti mata kucing dan burung hantu.
4. Hoatzin
Ditemukan di hutan hujan di Amerika Selatan, Hoatzin pernah diyakini menjadi “fosil hidup”. Hal ini tergambar dalam banyak hal misalnya, ia makan pada daun pohon, diet yang sangat aneh untuk seekor burung dan fermentasi menggunakan bakteri untuk mencerna makanannya, seperti sapi. Karena ini, Hoatzin memiliki bau yang sangat menyengat seperti pupuk kandang. Tetapi bau mengerikan Hoatzin bukanlah alasan mengapa dia termasuk dalam daftar ini. Hoatzin biasanya membangun sarang mereka di cabang-cabang pohon yang menggantung di atas air. Ketika terganggu atau terancam oleh pemangsa, maka anak Hoatzin melompat ke dalam air untuk melarikan diri. Mereka adalah perenang dan penyelam yang sangat baik dan ketika bahaya telah berlalu, mereka dapat memanjat pohon dan kembali ke sarang. Untuk melakukan hal ini, anak Hoatzin memiliki 2 cakar pada masing-masing sayapnya, mengingatkan kita pada orang-orang dari Archaeopteryx dan yang berbulu lainnya, lebih tepatnya dinosaurus mirip burung. Hanya Hoatzin muda yang memiliki cakar tersebut, mereka menghilang dan dapat menghindari predator dengan terbang. Hoatzin telah menjadi objek perdebatan di kalangan ilmuwan sejak penemuannya pada tahun 1776.
5. Ferruginous Pygmy Owl
Meskipun burung hantu biasanya dikenal memangsa tikus dan binatang pengerat lainnya, ternyata mereka juga berburu sesama burung hantu dan burung paling kecil biasanya takut kepada burung hantu, ketika mereka melihat burung hantu pada siang hari (ketika burung hantu cenderung kurang mau melakukan serangan kejutan), mereka berebut untuk mengganggu untuk mendorongnya pergi. Perilaku ini dikenal sebagai “Mobbing”. Burung hantu ini adalah pemburu burung terampil, mengambil mangsa sampai dua kali ukuran mereka sendiri, dan karena itu mereka dikhawatirkan oleh semua burung kecil lainnya di wilayah mereka. Tentu hal ini sangat berbahaya untuk spesies yang lebih kecil seperti Ferruginous Pygmy Owl. Untuk melindungi diri dari mobbing, burung ini memiliki 2 bintik di bagian belakang kepalanya yang menyerupai mata. Ini cukup untuk menghalangi burung paling kecil, karena mereka biasanya tidak akan menyerang burung hantu yang melihat arah mereka. Jika menghadapai burung yang lebih besar, pasrah mungkin lebih baik.
6. Eurasian Cuckoo
The Eurasia Cuckoo dikenal sebagai burung yang sering meletakkan telur-telurnya pada sarang burung lain. Ketika si anak lahir, ia menghancurkan telur burung penghuni sarang sebenarnya, sehingga menghilangkan setiap pesaing dan cepat berkembang dibandingkan dengan anak dari orang tua angkatnya. Untuk melindungi diri dari ancaman, Cuckoo wanita telah mengembangkan suatu penampilan yang sangat mengingatkan kita pada sebuah Hawk Sparrow, sebuah raptor yang memakan burung kecil. Dan ditunjang dengan kemiripan keduanya. Dengan menyamar sebagai Hawk Sparrow, Cuckoo bisa menakut-nakuti burung-burung lain supaya menjauh dari sarang mereka. Selama Hawk Sparrow palsu ada di situ, burung-burung lain tidak akan berani kembali ke sarang mereka dan Cuckoo bisa bertelur tanpa masalah. Ada beberapa spesies lain yang meniru cara Cuckoo namun tidak hanya meniru elang, seperti Hawk-Cuckoo di Asia Selatan yang meniru jenis burung pipit lokal, sampai ke gaya terbang dan bahkan cara bertenggernya.
7. Burrowing Owl
Burrowing Owl ditemukan di padang rumput dan gurun dari Kanada ke Patagonia. Mereka bersarang di liang dan sering menggunakan liang yang sudah ditinggalkan hewan lain, namun jika mereka tidak dapat menemukan liang kosong, mereka juga dapat menggali lubang sendiri. Anak Burrowing Owl sering ditinggalkan sendirian dalam liang dan harus berburu sendiri. Selama waktu ini, si anak rentan terhadap predator seperti rubah, anjing hutan, musang dan kucing rumah. Dalam rangka menjaga musuh pergi, membenamkan anak Burrowing Owl telah mengembangkan proses mimikri. Ketika mereka merasa terancam (misalnya, jika hewan mulai menggali di pintu masuk liang), si anak menghasilkan panggilan mendesis yang mirip ular saat memperingatkan musuhnya. Karena viper yang sangat berbisa diketahui sering bersembunyi di dalam liang, predator sebagian besar (termasuk manusia), lebih memilih untuk melarikan diri segera setelah mereka mendengarnya. Mekanisme pertahanan mereka adalah salah satu yang paling efisien di antara burung, tetapi memiliki titik lemah, tidak ada gunanya melawan ular derik yang sebenarnya. Hal ini tentu tidak dapat menipu mereka dan faktanya ular derik memang menderita tuli.
8. Killdeer
Killdeer adalah burung yang agak berisik dan sering ditemukan di Kanada, Amerika Serikat dan Meksiko. Mereka bersarang di tanah sehingga telur dan anakannya sangat rentan terhadap predator. Untuk melindungi sarang mereka, killdeer dewasa telah mengembangkan teknik pintar, ketika predator tanah seperti rubah, kucing atau anjing mendekati sarang, burung dewasa akan bergerak menjauh dari sarang, menyeret salah satu sayapnya seolah-olah itu sudah rusak dan pura-pura mencari bantuan. Kebanyakan predator akan mengejar si dewasa yang tampaknya tak berdaya, kemudian tanpa disadari si pemangsa telah jauh dari sarang. Setalah merasa aman si dewasa pun segera terbang. Sedangkan untuk anak killdeer, mereka akan kabur ketika si pemangsa dialihkan perhatiannya oleh si dewasa.
9. Hoopoe
Ditemukan di Afrika, Eropa, Asia dan baru-baru ini terpilih sebagai burung nasional Israel. Hoopoes memiliki kelenjar khusus di dekat anus, yang menghasilkan zat berbau busuk. Burung itu menggosok zat ini pada bulu-bulunya, yang akan meliputi seluruh tubuh dengan bau yang mirip dengan daging busuk. Tidak banyak predator tertarik untuk memakan burung yang berbau busuk. Zat ini memiliki 2 fungsi, ia bertindak sebagai pembasmi parasit dan sebagai agen antibakteri dan melindungi burung dari berbagai penyakit. Menariknya, hoopoes dewasa memproduksi cairan ini hanya ketika mengerami telur-telurnya, setelah anaknya meninggalkan sarang, ia pun berhenti memproduksi zat ini. Adapun hoopoe kecil, mereka memiliki metode pertahanan mereka sendiri, ketika terancam, mereka menyemprotkan kotorannya tepat ke wajah predator itu. Dan ini adalah teknik yang sangat efektif untuk mengusir pengunjung yang tidak diinginkan.
10. Fulmar
Fulmar adalah termasuk jenis burung laut. Fulmar berasal dari kata Norse, yang berarti “camar busuk”. Burung ini dikenal karena bau busuk mereka, tidak hanya bau busuk tubuhnya, bahkan telur mereka juga berbau. Kulit telur Fulmar yang bertempat di salah satu museum koleksi masih mengeluarkan bau setelah 100 tahun tahun disimpan. Tidak dapat terbang atau melarikan diri dari bahaya, anak fulmar mengembangkan mekanisme pertahanan yang menakjubkan. Ketika terancam, mereka memuntahkan semacam cairan minyak berwarna jingga cerah yang tidak hanya berbau buruk, tetapi juga menempel bulu pemangsa. Minyak ini membuat bulu burung pemangsa menjadi kusut, sehingga kehilangan sifat isolasi mereka dan tenggelam jika terendam air. Hal ini membuat anak fulmar berbahaya bagi predator. Para fulmar memiliki bulu yang “kebal” untuk minyak, ini sangat penting karena anak fulmar tidak hanya meludahi predator, tapi pada setiap binatang yang mendekati, termasuk induk mereka sendiri, mereka hanya mulai mengakui induk mereka ketika mereka berusia sekitar 3 minggu.

Write by

Tikus Raksasa Pemangsa Bayi Di afrika

0 comments

Afrika Selatan diteror tikus. Bukan tikus biasa, melainkan tikus-tikus seukuran kucing. Dengan ukuran sebesar itu, tikus-tikus itu mencari mangsa yang cukup besar, seorang bayi. Tikus itu bisa tumbuh hingga hampir satu meter, dari moncong hingga ekor. Sementara gigi depannya sepanjang 2,5 cm. 



http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/06/04/0800402p.jpg

Tikus-tikus raksasa ini memakan dua bayi dalam dua peristiwa berbeda. Lunathi Dwadwa (3 tahun) tewas dalam tidurnya di kawasan kumuh di luar Cape Town. Sementara seorang bayi lain menjadi mangsa tikus di Soweto, tak jauh dari Johannesburg pada hari yagn sama.

Lunathi ditemukan tewas dalam kondisi mengerikan oleh orangtuanya. Tidak ada tangisan ataupun jeritan sebelumnya. "Saya tidak bisa lupa betapa mengerikan kondisi anak saya. Matanya keluar. Wajahnya rusak dari alis hingga pipi," kata Bukiswa Dwadwa, ibu bayi itu. "Tidak ada yang bisa melakukannya kecuali tikus," ujar Mncedisi Mokoena, ayah Lunathi.

Beberapa jam kemudian, polisi menemukan kasus serupa. Seorang bayi perempuan diserang segerombolan tikus besar saat ibunya yang masih remaja pergi dengan teman-temannya.

"Kami mendapat panggilan dari lokasi kejadian, tentang tewasnya bayi akibat serangan tikus," kata polisi bernama Bongai Mhlongo. "Kami menahan ibunya dengan tuduhan kelalaian yang mengakibatkan kematian," imbuhnya.

Bulan lalu, Nomathemba Joyi (77 tahun) juga tewas setelah tikus-tikus raksasa memakan sisi kanan wajahnya.

Di kawasan kumuh Afrika Selatan, tikus raksasa biasa ditemukan di tempat-tempat sampah. Tikus jenis itu bisa tumbuh hingga hampir satu meter, dari moncong hingga ekor. Sementara gigi depannya sepanjang 2,5 cm.

Tikus-tikus itu diyakini termasuk jenis African Giant Pouched Rats, salah satu jenis tikus terbesar dunia. Mereka lebih aktif di malam hari, pemakan segala, dan bisa memproduksi 50 anak dalam setahun. Beberapa suku di Afrika mengembangbiakkan tikus jenis itu untuk dimakan.


Sumber


Write by

Tertangkap Kamera, Galaksi Teraneh di Semesta

0 comments

Astronom berhasil menemukan sebuah galaksi jauh paling aneh yang terletak di antara tempat teraneh di semesta.

Galaksi Holmberg II menjadi salah satu bintang atraksinya. Hubble Space Telescope (HST) berhasil memotret galaksi ini sedang ‘meniup gelembung’ yang sebenarnya adalah ‘kerang’ gas yang tercipta akibat siklus kehidupan beberapa generasi bintang.


Bintang bermassa tinggi ini membentuk wilayah padat gas yang kemudian mengeluarkan angin rasi bintang kuat yang menghembuskan materi di sekitarnya. Di akhir hidupnya, seperi ditulis Dailymail, bintang ini meledak sebagai supernova.

Gelombang kejut merobek wilayah kurang padat di sekitar bintang kemudian memanaskan gas dan membentuk ‘kerang’ menakjubkan ini. Hasil gambar menakjubkan ini merupakan perpaduan gambar tampak dan gambar paparan inframerah HST.



Sumber

Write by

5 Jenis Kucing Prasejarah Terbesar di Dunia

0 comments

1. Smilodon

Smilodon adalah  salah satu predator prasejarah paling terkenal, dan juga salah satu yang paling tangguh. Setidaknya ada tiga spesies hidup di Utara dan Amerika Selatan; spesies terkecil, Smilodon gracilis, seukuran jaguar modern, sedangkan Smilodon fatalis sebesar singa.

Namun, spesies Smilodon Populator berbobot 300 kg dan rata-rata mencapai hingga 500 kg ketika dewasa. 

Smilodon tidak begitu lincah seperti kucing modern, tapi ia sangatlah kuat, dengan kaki yang kuat juga leher yang tebal, dan terutama kukunya yang panjang untuk mencengkeram mangsanya. 

Taringnya bisa mencapai 30 cm panjangnya, dan sempurna untuk menyebabkan cedera fatal bajing tanah, hewan besar, bahkan juga mammoth.

2. Harimau Pleistosen

Harimau Pleistosen merupakan 'versi awal' dari harimau yang sama kita lihat sekarang. Harimau berkembang di suatu tempat di Asia sekitar 2 juta tahun yang lalu, mangsanya beragam jenis herbivora besar yang tinggal di benua pada saat itu. 

Harimau adalah kucing terbesar saat ini, dengan Bengal besar dan Siberia jantan yang berbobot hingga mencapai 300 kg atau lebih. Selama jaman Pleistosen, pasokan makanan lebih besar, sehingga harimau itu juga tumbuh lebih besar, dengan bobot 490 kg .

3. Singa Amerika
Singa Amerika atau Atrox Panthera, mungkin yang paling dikenal dari semua kucing prasejarah setelah Smilodon. Ia tinggal di Utara dan Amerika Selatan (dari Alaska ke Peru) selama zaman Pleistosen, dan punah 11.000 tahun lalu.

Singa Amerika adalah kucing terbesar di Amerika Utara selama Zaman Es, beratnya mencapai 470 kg, bahkan mungkin 500 kg dan mampu memangsa hewan yang sangat besar.

4. Machairodus Kabir

Machairodus, mungkin tampak seperti harimau raksasa dengan gigi pedang, walaupun tidak mungkin untuk mengetahui apakah kulitnya bergaris-garis, berbintik-bintik atau jenis lain dari tanda bulunya. 

Machairodus jarang disebutkan sebagai kucing raksasa, tetapi fosil yang ditemukan di Chad, Afrika, (dan diklasifikasikan sebagai spesies baru, Machairodus kabir), menunjukkan bahwa makhluk ini merupakan salah satu kucing terbesar dengan bobot 490 kg atau mungkin 500 kg.

5. Homotheirum 
Juga dikenal sebagai 'kucing pedang', Homotherium adalah salah satu kucing paling sukses di zaman prasejarah, ditemukan di Amerika Utara dan Amerika Selatan, Eropa, Asia dan Afrika. Ia pemburu yang baik, disesuaikan dengan kaki yang cepat berjalan dan aktif terutama pada siang hari sehingga menghindari persaingan dengan predator nokturnal lainnya.

Kaki depannya sangat panjang dan kaki belakang lebih pendek, yang memberikan penampilan yang sedikit seperti hyena. Meskipun Homotherium tidak terkenal untuk ukurannya, namun fosil beberapa sisa-sisa kucing pedang, baru-baru ini ditemukan di Laut Utara menunjukkan bahwa mereka bisa mencapai berat 400 kg, lebih besar daripada harimau Siberia modern.



Sumber

Write by

Lubang Ozon Bumi Pertama Terekam

0 comments


KONDISI atmosfer tinggi di atas Kutub Utara kehilangan sejumlah ozon pelindung pada awal tahun ini. Sekelompok ilmuwan mengatakan begitu banyak kondisi lubang ozon yang terbentuk di setiap tahun pada sisi yang berlawanan di bumi.

"Untuk pertama kalinya, lubang ozon di Kutub Utara cukup besar. Beberapa derajat hilangnya ozon di atas Kutub Utara dan pembentukan lubang ozon Antartika merupakan peristiwa tahunan selama musin dingin di masing-masing kutub. Mereka digerakkan kombinasi suhu dingin dan polutan ozon," tulis para peneliti dalam sebuah artikel yang dirilis pada 2 Oktober oleh Jurnal Nature.

Reaksi yang mengonversi kimia menjadi kurang reaktif menghancurkan ozon yang berlangsung di dalam pusaran kutub. Pola sirkulasi atmosfer itu diciptakan rotasi bumi dan suhu dingin. Hal ini mengakibatkan periode dingin yang luar biasa panjang.

Pusaran rekor tahun ini bertahan di atas Kutub Utara dari Desember hingga akhir Maret. Pada ketinggian sekitar 11 sampai 12 mil (18-20km), lebih dari 80% ozon di Januari dihancurkan secara kimiawi pada akhir Maret.

Di permukaan bumi, ozon menjadi polutan. Namun, di stratosfer ozon membentuk lapisan pelindung yang mencerminkan radiasi ultraviolet kembali ke ruang angkasa. Sinar ultraviolet dapat merusak DNA dan menyebabkan kanker kulit.

Pemanasan global mengakibatkan hilangnya ozon Arktik karena gas rumah kaca terperangkap. Suasana memanas mendekati tanah tetapi dingin di lapisan stratosfer. Kondisi ini menciptakan lingkungan kondusif untuk pembentukan bahan kimia reaktif yang terpecah menjadi tiga molekul oksigen dari ozon.(MI/DNI)
sumber

Write by

Terbentuknya Lubang Ozon dan Efek Rumah Kaca

0 comments





Terbentuknya Lubang ozon dan terjadinya efek rumah kaca merupakan permasalahan global yang dirasakan oleh semua umat manusia. Hal ini disebabkan karena bahan pencemar dapat tersebar dan menimbulkan dampak di tempat lain.




Usaha-usaha Mencegah Pencemaran Lingkungan
1. Meenempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan
atau pemukiman penduduk.
2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan
atau ekosistem.
3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain
yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
4. Memperluas gerakan penghijauan.
5. Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.

6. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup
sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya

By : Galang AS

Write by

Manfaat Pisang Emas

0 comments

Tentang Pisang Emas

Komponen gizi yang paling menonjol dalam buah pisang adalah karbohidrat. Pisang yang belum masak, karbohidratnya tersusun atas pati, sehingga bagus untuk diolah menjadi tepung. Dalam buah yang sudah matang, karbohidratn...ya sebagian sudah berubah menjadi bentuk gula, sehingga menimbulkan rasa manis.

Pisang mas mengandung karbohidrat cukup besar, yaitu 21,0-33,6 g per 100 g daging buah. Sebagian dari karbohidrat itu adalah sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Ketiga gula tersebut menyebabkan terbentuknya rasa manis yang khas pada pisang mas. Protein dan lemak pada pisang mas relatif rendah, masing-masing 1,4 dan 0,2 g per 100 g.

Pisang mas mengandung betakaroten (provitamin A), vitamin B, dan C. Betakaroten berperan penting dalam menjaga kesehatan mata. Selain itu, betakaroten bersama vitamin C dapat berperan sebagai antioksidan.

Vitamin B dalam pisang mas berupa vitamin B1, B2, niasin, dan asam folat. Asam folat berperan dalam membentuk kematangan sel darah merah. Vitamin B merupakan kofaktor dari berbagai enzim yang penting untuk mendukung metabolisme tubuh. Tanpa vitamin B yang cukup, enzim-enzim tersebut tidak dapat bekerja optimal.

Rileksasi otot

Pisang mas cukup kaya akan fosfor dan kalsium. Kedua mineral ini dapat membantu pembentukan, perbaikan, dan kesehatan tulang. Walau tak terlalu banyak, keberadaan tembaga (Cu) dan Seng (Zn) dalam pisang sangat penting sebagai antioksidan untuk menangkal serangan radikal babas penyebab berbagai penyakit degeneratif.

Kandungan mineral yang paling menonjol dalam pisang mas adalah kalium (potasium), yaitu 272-616 mg per 100 gram buah segar. Kalium mempunyai beberapa fungsi penting, yaitu obat alami mengatasi diare karena kalium dapat menjaga keseimbangan asam basa, dan keseimbangan cairan tubuh, mengurangi atau menekan depresi (stres), mempertahankan tekanan darah agar tetap normal, mencegah pembentukan batu ginjal karena asupan kalium akan meningkatkan efek diuretik (pembuangan urin).

Pisang mas memiliki kandungan mineral natrium (sodium) sangat rendah, yaitu 32-43 mg per 100g. Rasio kalium terhadap natrium yang tinggi sangat baik untuk mencegah hipertensi. Masyarakat sangat dianjurkan mengonsumsi bahan pangan yang memiliki rasio kalium terhadap natrium, minimal sebesar 5.

Dalam pisang mas, rasio kalium terhadap natrium mencapai 8,5-14,3. Rasio yang tinggi antara kalium dan natrium itu sangat menguntungkan untuk pengobatan tekanan darah tinggi dan mendukung proses rileksasi otot.

Mencegah jantungan

Pisang mas mengandung cukup serat, yaitu sekitar 3,7 g per 100g buah segar. Serat dalam pisang mas sangat efektif untuk mencegah sembelit. Serat ini mampu menyerap air dalam saluran pencernaan, sehingga feses menjadi lunak, tekanan dalam usus besar akan berkurang, dan akhirnya memperlancar buang air besar.

Serat dalam pisang mas juga mampu meningkatkan pembuangan kolesterol. Jika kolesterol darah berkurang, penyakit jantung koroner, aterosklerosis, stroke, hipertensi, dan berbagai penyakit degeneratif lainnya dapat dicegah.

Vitamin B6 dalam pisang mas dapat membantu tubuh menggunakan asam amino triptofan untuk merangsang pembentukan serotonin, suatu neurotransmitter yang dapat membantu fungsi sistem saraf. Dengan adanya serotonin, pengaruh nikotin dapat dinetralkan, sehingga merangsang seseorang untuk tidak tergantung pada rokok.

Penyakit kuning atau hepatitis merupakan peradangan pada lever yang dapat disebabkan virus atau obat-obatan. Pisang mas kaya akan provitamin A dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan.

Antioksidan berperan dalam menetralkan radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan. Antioksidan dapat mencegah efek buruk dari virus, termasuk mencegah penyakit hepatitis.

Ciri pisang mas

Pisang dapat berbuah setiap saat, sehingga mudah dijumpai di pasaran. Umumnya masyarakat menyukai pisang yang manis dan beraroma harum. Di Indonesia terdapat lebih dari 230 jenis pisang, tetapi hanya beberapa yang umum dikonsumsi. Salah satu yang sangat digemari masyarakat Indonesia adalah pisang mas.

Pisang mas adalah pisang asli Indonesia. Konon berasal dari Yogyakarta. Ciri khasnya, bekas kepala putik yang mengering tetap menempel pada buah.

Beberapa ciri pisang mas, yaitu buahnya kecil dengan panjang 8-12 cm dan diameter 3-4 cm; tandan terdiri atas 5-9 sisir, berat per tandan sekitar 8-12 kg, setiap sisir terdiri atas 14-18 buah; bila matang kulitnya berwarna kuning cerah; kulit buahnya tipis; rasa buahnya manis, dan aromanya kuat.

Konsumsilah pisang dalam bentuk segar untuk merasakan manfaat vitamin dan mineralnya secara sempurna. Pilih buah pisang yang matang. Menurut hasil Riset Universitas Innbruck Austria, semakin matang buah pisang, kandungan antioksidannya semakin tinggi.
dan ini dia gambarnya : 

Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica)

0 comments


Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), yang ukuran tubuhnya berada di antara ukuran tubuh subjenis harimau Sumatera dan harimau Bali, bertahan sedikit lebih lama. Pada tahun 1850-an, harimau Jawa dianggap sebagai 'gangguan' di beberapa daerah perkotaan dan pada tahun 1872 hadiah yang diberikan bagi sebuah kepala harimau yang terbunuh di Tegal, Jawa Tengah, adalah sekitar 3.000 gulden. Waktu itu ada beberapa lusin harimau dibunuh dalam usaha memperoleh hadiah tersebut.
Bahkan sampai abad ini harimau Jawa bukan tidak biasa ditemui dan meminta korban ratusan jiwa manusia setiap tahunnya, namun penduduk tidak mau memerangi harimau ini, karena jika mereka melakukannya, berdasarkan pengalaman, akan menyebabkan rusaknya tanaman mereka oleh serbuan kawanan babi. Meskipun demikian, seorang pemburu ulung Ledeboer mengaku telah menembak 100 ekor harimau antara tahun 1910 dan 1940. Selain itu keadaan menyedihkan yang dialami harimau ini tidak didukung oleh adanya permintaan terus-menerus dari pembuat topeng merak dan harimau Singabarong yang digunakan dalam pertunjukan tari tradisional reog ponorogo di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sampai tahun 1940 harimau sering terlihat dan ditembak di bagian selatan Jawa Barat, dan kadang-kadang beberapa ekor mencapai daerah Subang dan Cibadak. Populasi ini kemudian merosot dan mendekati pertengahan tahun 1960-an, harimau Jawa hanya ditemukan di suaka alam Ujung Kulon, Leuweung Sancang, Baluran dan Meru Betiri.
Perlawanan perjuangan rakyat pada waktu itu menyebabkan kelompok-kelompok penduduk bersenjata mencari perlindungan di berbagai kawasan tersebut. Harimau mati karena tidak tahan terhadap serangan anthrax atau karena menipisnya populasi rusa.
Tidak satu pun kawasan hutan yang tersisa di jawa pada pertengahan abad ini merupakan habitat utama harimau dan hutan ini semakin lama semakin terpenggal-penggal. Jelas bahwa kepunahan harimau Jawa terjadi karena ruang gerak tidak tersedia lagi. Kesimpulan yang sama berlaku juga bagi harimau Bali, tetapi diperburuk ketika beberapa harimau yang masih tersisa dipromosikan sebagai sasaran olah raga berburu pada tahun 1930-an.
Berbagai survai yang dilakukan oleh PHPA dan World Wide Fund for Nature pada tahun 1976, menegaskan bahwa ada tiga ekor harimau di Taman Nasional Meru Betiri, tetapi tidak ditemukan bukti-bukti adanya perkembangbiakan. Binatang-binatang ini tidak membatasi kegiatannya hanya di dalam taman, namun mereka juga tidak menggunakan seluruh kawasan berhutan yang tersedia.
Pada tahun 1979 tiga ekor harimau masih tersisa. Presiden Soeharto menekankan kebutuhan untuk melindungi harimau tersebut, namun usaha ini memerlukan relokasi 5.000 buruh perkebunan. Beberapa politikus menganggap tindakan untuk menyelamatkan beberapa ekor harimau ini terlalu berlebihan, sehingga usaha konservasinya menjadi terhambat.
Berbagai instruksi yang diperlukan untuk melindungi harimau akhirnya dikeluarkan, namun tidak pemah benar-benar dilakukan sehingga pada pertengahan tahun 1980-an harimau Jawa tidak lebih dari sekedar simbol bagi divisi tentara Siliwangi dijawa Barat, binatang buruan ini tidak ditemukan oleh mahasiswa peserta berbagai ekspedisi, dan hanya simbol dorongan hati manusia.
Meskipun Meru Betiri merupakan tempat perlindungan terakhir bagi harimau, sebenarnya bukan merupakan habitat khusus yang tepat bagi harimau, dan secara alami harimau tidak akan hidup dalam kepadatan yang sangat tinggi, karena dataran alluvial yang lebih rendah yang menyediakan populasi mangsa besar terutama rusa telah diubah menjadi perkebunan, segera sesudah Perang Dunia II .
Laporan saksi mata dan jejak -jejak harimau dilaporkan ditemukan pada tahun 1979 di lereng Gn. Slamet bagian selatan yang berhutan, namun karena tidak ada pengamatan ulang semenjak itu, tampaknya tidak ada harapan harimau tersebut dapat bertahan hidup.
Menetapkan waktu kepunahan binatang yang secara metafisik memegang peranan penting seperti harimau, sulit dilakukan karena penduduk mempunyai kesan yang melekat erat tentang harimau , tidak mengherankan jika kadang-kadang laporan mengenai harimau tunggal yang terpencil muncul di berbagai surat kabar, tetapi hampir pasti apa yang diberitakan itu adalah macan kumbang Panthera pardus yang lebih mudah menyesuaikan diri , yang nama lokalnya sangat mirip.
Meskipun tidak pernah diumumkan secara resmi, seseorang dapat menyatakan, tanpa merasa takut akan munculnya pertentangan pendapat, bahwa harimau Jawa telah punah. Bukti-bukti kuat tentang keberadaannya tidak mungkin ditunjukkan sejak 15 tahun terakhir, meskipun banyak ekspedisi yang telah dilakukan. Luas Taman Nasional Meru Betiri hanya 50 km2, kawasan seluas ini secara normal dihuni enam atau tujuh ekor harimau betina dan tiga ekor harimau jantan. Jumlah yang sedikit lebih banyak dapat dipaksakan menghuni kawasan tersebut jika harimau-harimau itu memangsa binatang ternak di sekitar Taman Nasional.
Laporan baru mengenai kematian binatang ternak yang disebabkan oleh harimau tidak ada, dan bertambahnya kepadatan harimau akan melebihi daya dukung.Jika masih ada satu atau dua ekor yang tersisa, harimau Jawa secara esensial tetap punah, terutama ditinjau dari segi ekologi dan evolusi. Kondisi mengerikan yang dialami saudara sepupunya di Sumatera. Jaringan para pemburu dan petugas dalam pengumpulan kulitnya, menjadi peringatan bahwa memburu seekor harimau bukan merupakan hal yang sulit, ikatkan seekor kambing lapar yang mengembik-embik pada sebatang pohon di tengah hutan dan dalam beberapa hari binatang buruan anda akan datang.
Sulit dipercaya jika pada waktu yang telah lalu orang tidak datang untuk mengambil spesimen yang terakhir, mengingat jutaan penduduk yang dengan mudah dapat mencapai Taman Nasional Meru Betiri, publisitas besar besaran yang menyatakan Taman Nasional ini sebagai "tempat perlindungan terakhir 'harimau' di jawa", tidak efektifnya sistem penjagaan, tingginya harga kulit harimau untuk membuat topeng Singabarong dalam jumlah besar untuk reog ponorogo, dan nilai bagian-bagian tubuh lainnya bagi pengobatan dan tingginya uang yang ditawarkan.
Harimau memakam mamalia besar seperti rusa, babi hutan, kerbau  dan juga binatang kecil seperti  monyet, burung, reptilia dll. Dahulu kadang kala memangsa ternak penduduk, seperti sapi, kambing, ayam, bebek. Harimau memakan mangsa beserta tulangnya. Daging sisa mangsa biasanya ditimbun oleh harimau. Kalau macan tutul atau macan kumbang, hanya memakan daging tidak dengan tulang. Dan sisa mangsa disimpan di atas cabang pohon
ukuran kotoran harimau Jawa lebih besar dari 3,4 sentimeter, mengandung rambut mangsa, serpihan tulang, dan kadang kuku kaki mangsa. Sedangkan kotoran macan tutul atau macan kumbang memiliki ciri adanya de-daunan di bagian paling ujung kotoran, dan ukurannya tidak pernah lebih besar dari 3 sentimeter.
Harimau jawa kini telah punah dan hanya meninggalkan cerita mistis yang masih menjadi legenda di masyarakat jawa. Masyarakat sangat takut dan menghormati harimau sehingga menyebutnya dengan "eyang, mbah atau kakek/nenek." Agar selamat taring, kuku, atau potongan kulit harimau sering dijadikan jimat.
Salah satu kisah misterinya adalah perwujudan harimau jadi-jadian. Seseorang yang memiliki ilmu harimau yang sempurna diyakini bisa berubah ujud menjadi harimau. Tingkatan ilmunya mulai dari cakar harimau, selanjutnya meningkat ilmunya menjadi lompatan harimau. Semakin tinggi ilmunya bagian tubuh mulai bisa berubah menjadi harimau. Dikisahkan seseorang yang sangat sakti selalu diikuti oleh harimau, konon harimau ini hanya bisa terlihat secara gaib. Cerita penampakan Prabu Siliwangi selalu ditandai dengan hadirnya seekor harimau di samping beliau.
Beberapa pendaki gunung di tahun 90an hingga awal 2000, bercerita pernah berjumpa atau didatangi harimau jawa ketika sedang beristirahat, berkemah atau sedang membuat api unggun. Diantaranya di gn. Semeru ketika sedang tidur merebahkan diri di atas rumput seorang pendaki ditemani seekor harimau yang tidur di sampingnya. Di gunung Ciremei pendaki yang bermalam ketika membuka tenda dikagetkan oleh seekor harimau yang berdiri di depan tenda. Di gunung Lawu awal tahun 2000an beberapa pendaki mendengarkan auman harimau yang bergema sangat keras. Di gunung Arjuna-Welirang ketika sedang membuka jalur, beberapa penambang belerang yang sedang beristirahat didatangi seekor harimau yang mematikan api unggun mereka dengan ekornya.
Penelitian oleh sekelompok Pecinta Alam pada tahun 2005 di gunung ungaran juga mendapatkan bukti berupa gua sarang harimau di lereng terjal yang penuh dengan goresan cakar harimau pada batu di dasar pintu masuk gua.
Meskipun dinyatakan punah namun harimau jawa masih sering menampakkan diri di hadapan para pendaki gunung. Atau bisa jadi ada kekeliruan persepsi antara harimau jawa dengan macan tutul.


Sumber

Write by