468x60 Ads

IRON MAIDEN

Iron Maiden pertama kali dibentuk tahun 1976 oleh pemain bass Steve Harris, kemudian dengan segera bergabunglah Tony Parsons sebagai rhythm gitar, Doug Sampson sebagai drum dan Paul Di’Anno sebagai vocalis.  Sebelum akhirnya memperoleh rekaman, group ini bermain di area lokal sepanjang tahun 70-an, menerima penghargaan London Airplay.

Dennis Stratton menggantikan Tony Parsons dan band membuat debut rekor tahun 1980 dengan album berjudul Iron Maiden. Walaupun rekaman tersebut dirilis dengan tergesa-gesa, namun menjadi sebuah hit di UK yakni single “Running Free”.

Tahun 1981 Iron Maiden berkembang, album Killers menunjukkan kesulitan pendekatan terhadap musik mereka sebelumnya, dan juga terlihat pergantian Dennis Stratton dengan Adrian Smith. Dari ketidakkontrolan terhadap alkohol, Paul Di’Anno terpaksa tetap menjalani dengan group dan akan segera digantikan dengan Bruce Dickinson.

Pada tahun 1982 dengan album The Number Of The Beast. Di album ini, seperti lagu “Hallowed be thy Name” menjadi salah satu lagu rekaman terbesar sepanjang masa. Semenjak mereka tidak menduga, sukses album The Number of the Beast menjadikan mereka sebagai Internasional Rock Superstar.

Mereka mengganti sedikit gaya mereka untuk album berikutnya, Piece of Mind. Mereka mengerjakan 2 tur besar sebelum rekaman album Powerslave, yang mana memuja beberapa hits-nya. Produksi Powerslave dengan tur 11 bulan pada tahun 1985 menghasilkan Live After Death, dobel album dengan keistimewaan semua single terbesar mereka.

   Dengan dirilisnya Live After Death, Iron Maiden telah menetapkan diri mereka sebagai band yang powerful dan unik. Tambahan album mereka tahun 1986, Somewhere in Time, menunjukkan sedikit kembalinya mereka dari pembebasan masa lalu, tempat dimana mereka terlihat dengan jelas menggunakan synthesizer gitar dan lagu-lagu yang relevan dengan tema yang sama.

Dikeluarkannya single “The Evil That Men Do” dan “The Clairvoyant” pada album Seventh Son Of A Seventh Son, dan segera album Iron Maiden menjadi yang paling dikritik sejak album The Number of the Beast. Setelah tur lain yang melelahkan, Smith meninggalkan dan band mengosongkan kegiatan selama 1 tahun. Dengan gitaris baru Janick Gers, band menjalani lagi dengan album No Prayer for the Dying pada tahun 1990, sebuah rekaman kembali menggunakan suara klasik group ketika rekaman lebih cepat dirilis. Salah satu single album ini “Bring Your Daughter…..to the Slaughter” diakui pada Golden Raspberry Award kategori lagu yang paling buruk tahun ini, namun itu memberikan posisi pertama pada band di hit UK. Pada tahun 1991 setelah tur usai, Bruce Dickinson menginginkan meninggalkan band dan bekerja pada promotor band lain yang dia temukan,The Skunkworks.

Fear of the Dark, adalah album terakhir bersama Bruce Dickinson, debutnya menjadi nomor 1 di chart UK dan menjadi salah satu penjualan album terbesar hingga kini. Setelah menjalankan tur mereka, 2 album dirilis pada tahun 1993: A Real Live One,  yang mana berisikan versi live dari lagu-lagu terbaru mereka dan A Real Dead One yang menonjolkan lagu-lagu hits klasik Iron Maiden secara live.

   Pengganti Bruce Dickinson, Blaze Bayley, menandai debutnya tahun 1995 dengan album The X Factor. Rekaman tersebut gagal menempati chart dibandingkan beberapa album pendahulunya, tapi itu tetap menjadi kesuksesan kecil di Inggris. Iron Maiden menandai akhir tahun 1996 dengan album Best of the Beast, album kompilasi dobel. Tahun 1998, ada sedikit ketertarikan di album Virtual XI  yang membisikkan penghentian Blaze Bayley; Bruce Dickinson dan Adrian Smith kembali gabung dengan band untuk tur tahun 1999, dan sebuah album Brave New World muncul mengikuti. Band melakukan tur seluruhnya awal tahun 2000-an, mengeluarkan album live Rock in Rio dan koleksi hits terbesar Edward the Great pada tahun 2002, diikuti album studio baru Dance of Death tahun 2003. Mereka menggarap “Rainmaker” sebagai yang terbaik sejarah DVD Iron Maiden. The Early Days dan Raising Hell tahun 2004. Perusahaan rekaman Sanctuary Records mengeluarkan 2 album. The Essential Iron Maiden tahun 2005  bertepatan menjadi co-headlining di tur Ozzfest bersama Black Sabbath, tur yang kedapatan ketertarikan dalam sebuah seri konfrontasi dengan istri Ozzy, Sharon Osbourne. Mereka merilis CD/DVD live Death on the Road pada September 2005 dan mengoleksi material baru untuk A Matter of Life and Death, tahun 2006. Pada tahun 2009 band mengeluarkan soundtrack untuk film Flight 666, film dokumenter konser mereka yang direkam dalam 16 kota berbeda selama Iron Maiden mulai menjejakkan kaki mereka tahun 2008 dalam  tour “Somewhere Back in Time”. Pada tahun 2009 setelah band memainkan untuk lebih dari 2 juta penggemar di seluruh dunia dalam 91 konser dan penjualan tiket yang belum pernah terjadi sebelumnya, majalah Metal Magazine menyatakan bahwa Iron Maiden sebagai band metal TERBESAR dan PALING TERBESAR yang ada di planet ini. Band mencapai lebih dari 250 sertifikat rekaman seluruh dunia, yang mana menjadi pertimbangan yang utama secara keseluruhan bagi group heavy metal yang ada.


www.ironmaiden-indonesia.com

0 comments:

Post a Comment